Langsung ke konten utama

SWT (Standard Widget Toolkit)



Sekilas sejarah
Awalnya dikembangkan oleh OTI (Object Technology International) dalam bentuk Smalltalk IBM. Kemudian diperbaiki lagi oleh SUN menjadi AWT (Abstract Widget Toolkit), tapi AWT banyak kekurangan dalam fitur-fitur (widgets) seperti table, tree, dan styled text serta sering bermasalah dalam tampilan LCD.
Kemudian OTI sempat menggunakan Swing, tapi ada filosofi kode dan library yang tidak standar di Swing. Kemudian OTI berusaha membuat standar dalam widget yang dapat digunakan dalam berbagai platform. Dan hasilnya adalah Standard Widget Toolkit atau SWT. SWT didesain untuk java virtual machine (JVM) yang relatif kecil.
Overview
SWT menyediakan fitur yang banyak dalam widget yang dapat digunakan dalam membuat aplikasi java yang stand-alone (berdiri sendiri). Inilah contoh kodenya :

import org.eclipse.swt.widgets.*;

public class HelloWorld {

    public static void main(String[] args) {

        Display display = new Display();

        Shell shell = new Shell(display);

        shell.setText("Hello, World.");

        shell.open();

        while (!shell.isDisposed()) {

            if (!display.readAndDispatch())

                display.sleep();

        }

        display.dispose();

    }

}

Pemahaman Dasar tentang Widget
Pembahasan sebelumnya sering menggunakan kata widget, apakah sebenarnya widget?
Widget adalah elemen dalam GUI (Graphical User Interface) yang bertanggungjawab dalam interaksi dengan user. Widget mengatur dan menggambar bentuknya menggunakan beberapa kombinasi dalam operasi graphical drawing. Dengan menggunakan mouse dan keyboard, user dapat mengubah bentuk widget. Selain itu, widget memiliki life-cycle (siklus hidup) yang ditentukan oleh programmer dan dapat diakhiri (dispose) bila tidak diinginkan lagi.
Bila widget telah dijalankan, untuk menghentikannya ada beberapa aturan yang harus dipahami :
  1. Bila widget telah dibuat, widget harus diakhiri (dispose) untuk membuat widget yang baru.
  2. Dispose program induknya (parent), akan mematikan progam anaknya (child).
Widget merupakan induk dari elemen GUI seperti button, list, tree, menu, dan lain-lain. Dalam SWT, user interface dibangun oleh komposisi dari widget instances. Event listener digunakan widget untuk menjalankan aplikasi kode ketika suatu kejadian terjadi.
SWT memiliki beberapa elemen penting, yaitu :
  1. Control : button, label, progress bar, table, dll.
  2. Composite : induk dari class control
  3. Shell : top-level aplikasi window
  4. Display : screen

Sumber : SWT Definition

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Pengenalan Design Pattern di Java

    Java merupakan pemrograman yang berorientasi objek dengan interface, abstract, dan class sebagai bentuk dasar dari kode. Seorang programmer java yang ingin mencapai level expert apakah cukup dengan mengetahui prinsip OOP (Object Oriented Programming) ? Jawabannya tidak. Karena ilmu yang harus dipahami selanjutnya adalah Design Pattern dalam membuat kode Java. Design Pattern adalah solusi umum (konteks) terhadap masalah yang sering muncul dalam aplikasi software. Berdasarkan pengertian tersebut, design pattern terdiri dari tiga elemen dasar, yaitu: Konteks: situasi dimana pattern diterapkan (dan biasanya hal ini berulang)Masalah: tujuan atau batasan yang akan dicapai oleh konteksSolusi: desain umum dari masalah yang akan diselesaikan dan ditentukan batasannya

    Instalasi Dataiku DSS (Data Science Studio) Di CENTOS 6.6

    Dataiku DSS (Data Science Studio) adalah software untuk mengolah dan menggabungkan Big Data dari data mentah (raw) menjadi data yang bisa digunakan. Aplikasi hanya dapat berjalan di server sebagai berikut:

    Server dengan tipe 64 bit (x86-64)Ubuntu Server, versions 12.04 LTS and 14.04 LTSDebian, version 7CentOS versions 6.4 and later (tested up to version 7.0)Red Hat Entreprise Linux Server, versions 6.4 and later (tested up to version 7.0)Amazon Linux, version 2013.09 and later (tested up to version 2014.09

    10 Cara Menjadi Programmer yang Expert (Ahli)

    Saran saya untuk menjadi programmer yang expert / ahli: Sering dan banyak membuat programMembuat kode program dengan prinsip efisien dan fleksibelMembuat kode program dengan referensi buku yang direkomendasikanSelalu bertanya dalam hati "Mengapa aku harus membuat kode seperti ini?"Bereksperimen dengan kode secara asal-asalanMencari guru/mentor yang lebih pahamMenjadi pembicara atau pengajar dari program yang dipahamiBerhenti coding bila sedang jenuhMenulis kode di bahasa pemrograman lainMenerima opini/masukan yang baik (membangun) dan menolak masukan yang buruk
    Semoga bermanfaat guys :)