Langsung ke konten utama

Eclipse RCP (bagian 1)

Sejarah Singkat
Kata Rich Client dipopulerkan di tahun 1990, dalam membangun aplikasi klien menggunakan Visual Basic dan Delphi yang ternyata perkembangannya sangat pesat. Rich client platform (RCP) digunakan dalam logika bisnis klien untuk menjalankan Operating System (OS). RCP meminimalisir jumlah kode programming dalam membuat user interface (UI) dan akses database. End-user sangat senang dengan hasil dari aplikasi rich-clients.
Kemudian era internet dan aplikasi berbasis web atau thin clients. Thin clients menjanjikan untuk menyelesaikan beberapa deployment dan management problem yang berhubungan dengan rich clients. Karena aplikasi ada di server, update dibuat secara sentral. Pengguna hanya membutuhkan web browser, sehingga biaya dapat diperkecil. Namun perkembangannya fungsi dan kemampuan dari thin clients sangatlah terbatas dalam fasilitas dan fleksibilitas aplikasinya.
Definisi Eclipse
Eclipse adalah komunitas open-source yang membangun tool dan infrastruktur berdasarkan Java dalam menyelesaikan masalah software. Hasilnya adalah Eclipse Java Integrated Development Environment (IDE) atau editor program java. Sehingga Eclipse RCP diharapkan dapat menyelesaikan masalah dalam membuat aplikasi di desktop.
Karakteristik Eclipse RCP
1.       Components
Eclipse terdiri dari model komponen-komponen (plug-ins) yang dapat digunakan lebih dari satu aplikasi.
2.       Middleware and Infrastructure
Komponen utama dalam eclipse dibuat berdasarkan framework dan fasilitas, sehingga mempermudah penulisan kode oleh pengguna. Fasilitas yang diperoleh, seperti : paradigma UI yang fleksibel, aplikasi yang dapat diekstensi, help support, scalable UI, context-sensitive help, network updates, error handling, dan lain-lainnya.
3.       Native User Experience
Eclipse Standard Widget Toolkit menyediakan toolkit GUI untuk java yang efisien dan akses yang portable ke fasilitas bawaan (native) UI di OS.
4.       Portability
Eclipse memiliki aplikasi yang fleksibel di berbagai OS dan client environments (syaratnya : hardware itu dapat diinstal Java Runtime Environment).
5.       Intelligent Install and Update
Aplikasi di eclipse memiliki fitur update plugins melalui HTTP, Java Web Start, Update Site, copy file, atau sistem manajemen perusahaan yang canggih.
6.       Disconnected Operation
Tidak membutuhkan koneksi internet, karena aplikasi eclipse berjalan di lokal komputer.
7.       Development tooling support
Eclipse menyediakan class pertama di IDE java yang dapat diintegrasikan untuk develop, test, dan package aplikasi rich clients.
8.       Component Libraries
Komponen di framework tidak akan lengkap tanpa set plugins yang komprehensif. Sehingga komunitas eclipse akan memproduksi plugins yang dibutuhkan dalam membuat aplikasi secara utuh.
Sumber : Eclipse Rich Client Platform: Designing, Coding, and Packaging Java™ Applications by Jeff McAffer, Jean-Michel Lemieux

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengenalan Design Pattern di Java

Java merupakan pemrograman yang berorientasi objek dengan interface, abstract, dan class sebagai bentuk dasar dari kode. Seorang programmer java yang ingin mencapai level expert apakah cukup dengan mengetahui prinsip OOP ( Object Oriented Programming ) ? Jawabannya tidak. Karena ilmu yang harus dipahami selanjutnya adalah Design Pattern dalam membuat kode Java. Design Pattern adalah solusi umum (konteks) terhadap masalah yang sering muncul dalam aplikasi software . Berdasarkan pengertian tersebut, design pattern terdiri dari tiga elemen dasar, yaitu: Konteks : situasi dimana pattern diterapkan (dan biasanya hal ini berulang) Masalah : tujuan atau batasan yang akan dicapai oleh konteks Solusi : desain umum dari masalah yang akan diselesaikan dan ditentukan batasannya

Instalasi Dataiku DSS (Data Science Studio) Di CENTOS 6.6

Dataiku DSS (Data Science Studio) adalah software untuk mengolah dan menggabungkan Big Data dari data mentah (raw) menjadi data yang bisa digunakan. Aplikasi hanya dapat berjalan di server sebagai berikut: Server dengan tipe 64 bit (x86-64) Ubuntu Server, versions 12.04 LTS and 14.04 LTS Debian, version 7 CentOS versions 6.4 and later (tested up to version 7.0) Red Hat Entreprise Linux Server, versions 6.4 and later (tested up to version 7.0) Amazon Linux, version 2013.09 and later (tested up to version 2014.09

Import File CSV to PostgreSQL

Database postgresql adalah software database yang open source (gratis), sehingga pencinta database tidak memerlukan uang untuk membayar lisensi (seperti oracle dll.), kecuali uang ke warnet buat download softwarenya ( klik disini ). Postgresql memang mirip dengan database yang lain seperti mysql, oracle, h2, myDB, dan lain-lain. Sehingga user tidak perlu repot untuk menghafalkan banyak query (perintah pemograman dalam database). Pada artikel ini penulis akan menyajikan salah satu fitur dalam database untuk meng- import isi file CSV ke database. File CSV merupakan kumpulan data dalam tabel (excel dll) dengan delimiter (pembatas) berupa karakter. Contoh : Halaman;kebun;kita;bagus;sekali Pada contoh di atas, data csv dibatasi oleh karakter semicolon (;). Sehingga dalam tabel di excel, tiap kolom tabel akan dibatasi oleh delimiter yang kita inginkan. Sekarang kita masuk ke bagian query dalam postgresql. Dalam meng- import isi file CSV ke database di postgresql, hal yang haru