Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2009

Check spesifikasi linux dengan command SHELL

Tips ini didapat dari hasil pencarian di mbah g00gl3. Bila anda bingung mengetahui specification hardware dari server linux anda, ikuti tips ini : 1.        Mengetahui tipe processor anda # cat /proc/cpuinfo Contoh outputnya : processor       : 0 vendor_id       : GenuineIntel cpu family      : 6 model           : 23 model name      : Intel(R) Core(TM)2 Duo CPU     E7300  @ 2.66GHz stepping        : 6 cpu MHz         : 1596.000 cache size      : 3072 KB physical id     : 0 siblings        : 2 core id         : 0 cpu cores       : 2 fpu             : yes fpu_exception   : yes cpuid level     : 10 wp              : yes flags           : fpu vme de pse tsc msr pae mce cx8 apic sep mtrr pge mca cmov pat pse36 clflush dts acpi mmx fxsr sse sse2 ss ht tm syscall nx lm constant_tsc pni monitor ds_cpl est tm2 cx16 xtpr lahf_lm bogomips        : 5336.77 clflush size    : 64 cache_alignment : 64 address sizes   : 36 bits physical, 4

ECLIPSE MODELLING FRAMEWORK (EMF)

Overview dan Instalasi EMF didesain untuk memudahkan pendesainan dan pengimplementasian untuk model aplikasi yang terstruktur. Framework java menyediakan fasilitas code generator untuk menjaga fokus dari model aplikasi dan tidak mengimplementasian secara detail. Konsep kunci dari framework, yaitu : a.        Meta-data b.       Code generation c.        Default serialization EMF dapat digunakan untuk menjelaskan dan membangun sebuah model. Sesuai dengan definisinya, kode java dapat dibangun dan dikembangkan dengan penambahan level yang lebih tinggi dari kode java. Untuk melihat web project-nya disini . Dalam EMF, model dapat dibuat dengan 3 cara, yaitu : 1.        Menulis file XMI secara langsung. 2.       Ekspor file XMI, dari tools seperti Rational Rose dan Omondo Eclipse UML plugin dan load ke project. 3.        Annotate Java Interfaces dengan properties model. Cara instalasi EMF, yaitu : 1.       Install Eclipse IDE Java, download disini . Pilih RCP plugins.

Pengenalan GridSQL

Overview Gridsql adalah sistem database paralel (terbagi beberapa cluster ) yang didesain untuk solusi data warehouse dan berbasis database PostgreSQL . Gridsql digunakan untuk memaksimalkan penggunaan database dengan data yang sangat besar, sehingga menghasilkan query yang cepat untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Aplikasi gridsql dijalankan di server induk yang terhubung dengan beberapa server ( agent ). Cara gridsql menghasilkan query dengan cepat adalah menempatkan data ke beberapa server agent yang diatur oleh satu server induk ( coordinator) . Saat menjalankan query di server induk, server induk akan menjalankan query yang sama secara paralel di server bawahannya. Sehingga hasil query -nya lebih cepat walau dengan data yang sangat besar. Gridsql dapat dijalankan di beberapa Operating System , seperti : a.        Windows b.       Linux c.        Solaris (seperti linux dalam instalasinya) Gridsql memang sang

Eclipse RCP (bagian 1)

Sejarah Singkat Kata Rich Client dipopulerkan di tahun 1990, dalam membangun aplikasi klien menggunakan Visual Basic dan Delphi yang ternyata perkembangannya sangat pesat. Rich client platform (RCP) digunakan dalam logika bisnis klien untuk menjalankan Operating System (OS). RCP meminimalisir jumlah kode programming dalam membuat user interface (UI) dan akses database. End-user sangat senang dengan hasil dari aplikasi rich-clients . Kemudian era internet dan aplikasi berbasis web atau thin clients . Thin clients menjanjikan untuk menyelesaikan beberapa deployment dan management problem yang berhubungan dengan rich clients . Karena aplikasi ada di server, update dibuat secara sentral. Pengguna hanya membutuhkan web browser , sehingga biaya dapat diperkecil. Namun perkembangannya fungsi dan kemampuan dari thin clients sangatlah terbatas dalam fasilitas dan fleksibilitas aplikasinya. Defin

SWT (Standard Widget Toolkit)

Sekilas sejarah Awalnya dikembangkan oleh OTI ( Object Technology International ) dalam bentuk Smalltalk IBM . Kemudian diperbaiki lagi oleh SUN menjadi AWT ( Abstract Widget Toolkit ), tapi AWT banyak kekurangan dalam fitur-fitur ( widgets ) seperti table, tree , dan styled text serta sering bermasalah dalam tampilan LCD. Kemudian OTI sempat menggunakan Swing , tapi ada filosofi kode dan library yang tidak standar di Swing. Kemudian OTI berusaha membuat standar dalam widget yang dapat digunakan dalam berbagai platform. Dan hasilnya adalah Standard Widget Toolkit atau SWT. SWT didesain untuk java virtual machine (JVM) yang relatif kecil. Overview SWT menyediakan fitur yang banyak dalam widget yang dapat digunakan dalam membuat aplikasi java yang stand-alone (berdiri sendiri). Inilah contoh kodenya : import org.eclipse.swt.widgets.*; public class HelloWorld {     public stat

ACCESS MODIFIERS PADA JAVA PROGRAMMING

          Saat membuat, mengatur properties dan class methods , seorang programmer java ingin mengimplementasikan beberapa macam larangan untuk mengakses data. Sebagai contoh, jika beberapa atribut hanya dapat diubah dengan method tertentu untuk menyembunyikannya dari object lain pada class . Di JAVA, implementasi tersebut disebut dengan access modifiers.           Terdapat 4 macam access modifiers di JAVA, yaitu : public, private, protected dan default . 3 tipe akses pertama tertulis secara ekplisit pada kode untuk mengindikasikan tipe akses, sedangkan yang keempat yang merupakan tipe default , tidak diperlukan penulisan keyword atas tipe . 1. Akses Default (Package Accessibility) Tipe ini mensyaratkan bahwa hanya class dalam package yang sama yang memiliki hak akses terhadap variabel dan methods dalam class . Tidak terdapat keyword pada tipe ini. Sebagai contoh : public class StudentRecord {        //akses dasar terhadap variabel        int name;        //akses dasar terha